Senin, 24 Oktober 2011

BENTUK-BENTUK KEPERCAYAAN BANGSA ARAB

KEPERCAYAAN BANGSA ARAB

Pada mulanya bangsa Arab mengikuti ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Pergaulan mereka dengan bangsa lain mempengaruhi kepercayaan mereka, sehingga mereka menyembah berhala yang dibawa oleh Amr bin Luay Al Khuzai. Di antara berhala yang besar adalah Lata yang terdapat di kota Thaif, berhala Hijah dan berhala Manah terdapat di kota Yasrib (Madinah) serta terdapat juga berhala-berhala besar di sekeliling Ka'bah.

Selain menyembah berhala, ada juga yang menyembah Malaikat, Jin, Bintang, Matahari dan lain sebagainya di antara bangsa Arab ada juga yang menganut agama Nasrani, dan yahudi dan masih ada yang menganut Agama Nabi Ibrahim.

JENIS-JENIS PEMUJAAN
Beberapa bentuk pemujaan yang dianut oleh bangsa Arab sebelum datang Islam antara lain:
  1. Menyembah Malaikat. Di antara bangsa Arab ada yang menyembah dan menuhankan Malaikat. Malah ada sebagian bangsa Arab yang menganggap Malaikat adalah putri-putri Tuhan.
  2. Menyembah Jin, ruh dan hantu. Sebagian bangsa Arab yang menyembah jin dan ruh-ruh leluhur mereka atau menganggap hantu-hantu sebagai makhluk yang terhormat. Bahkan ada suatu tempat jin yang terkenal dengan nama "Darahim". Mereka selalu mengorbankan binatang-binatang di tempat itu agar selamat dari berbagai bencana.
  3. Menyembah bintang-bintang. Yang dimaksud dengan bintang-bintang adalah matahari, bulan dan bintang-bintang karena menganggap bintang-bintang tersebut diberikan kekuasaan penuh oleh Tuhan untuk mengatur alam ini.
  4. Menyembah berhala. Sebagian bangsa Arab menyembah berhala-berhala, atau arca-arca yang terbuat dari batu-batu dan logam. Menurut riwayat, sebab-sebab orang Arab menyembah berhala adalah : Amr bin Lubayyi seorang dari Khuza'ah meniru orang-orang Balka di daerah Syam dan ia tertarik akan perbuatan itu. Maka sewaktu kembali ke Makkah ia membawa patung Hubal dan ditempatkan di dekat Ka'bah dan kemudian disembahnya serta ia menganjurkan agar masyarakat Arab untuk menyembah berhala tersebut.
  5. Agama Yahudi dan Nasrani (Kristen). Agama Yahudi mulai masuk ke Jazirah Arab tahun 1491 SM. Mula-mula di Mesir pada zaman Nabi Musa a.s. sedangkan agama Nasrani (Kristen) masuk ke Jazirah Arab kira-kira abad ke-4 M. Agama Nasrani berkembang di Jazirah Arab karena mendapat bantuan dari kerajaan Romawi dan Habsyi.
Pada saat menjelang kelahiran Agama Islam, tumbuh kelompok dari kalangan Bangsa Arab yang ingin melepaskan diri dari kepercayaan yang sesat itu. Mereka berusaha mengembalikan kepercayaan kepada agama Tauhid,  dengan mengajarkan Agama Ibrahim a.s. Tokoh-tokoh dari kelompok tersebut antara lain Waroqah bin Naufal, Umaiyah bin Abi Ashshalt dan Qus Saidah.

Sesungguhnya penyiaran Agama Nasrani dan Yahudi merupakan pembuka jalan bagi kelahiran pemimpin besar umat sangat ditunggu-tunggu, yaitu Nabi Muhammad Saw.

SIFAT-SIFAT DAN WATAK MASYARAKAT JAZIRAH ARAB
Pada zaman jahiliyah tidak ada pemerintahan yang tetap, mereka hidup bersuku-suku atau kabilah, kehidupannya berpindah dari satu lembah ke lembah lainnya. Pemilihan kepala suku (kabilah) di dasarkan atas umur yang lebih tua, harta yang lebih banyak atau wibawa yang besar, bila telah terpilih mereka akan mematuhinya.

Apabila terjadi suatu perselisihan antar satu suku, atau dalam satu suku, maka tidak terdapat hukum yang tetap, adat istiadatlah yang memegang peranan dalam memutuskan perkara tersebut.

Bangsa Arab mempunyai sifat, watak, atau adat istiadat yang baik dan yang buruk. Di antara sifat-sifat dan adat istiadat yang baik adalah:
  1. Menghormati tamu, bila seorang bertamu maka akan disambut dengan ramah dan disuguhi makanan yang paling disukai, sehingga tamu tersebut merasa puas.
  2. Pemeberani dalam segala hal, mereka bagaikan singa di medan pertempuran begitu juga berani dalam mengemukakan pendapat.
  3. Ahli pidato dan syair, sudah menjadi lamabang dan kejayaan suatu suku bila terdapat juru pidato dan penyair, karena mereka akan memberikan semangat dalam pertempuran dan membalas segala serangan dari suku lain, mereka selalu mengadakan perlombaan-perlombaan di pasar-pasar, seperti di pasar ukaz, dan banyak lagi adat istiadat yang baik pada suku tersebut.
Adapun sifat dan watak serta adat istiadat yang buruk adalah:
  1. Selalu hidup berfoya-foya
  2. Suka meminum-minuman keras dan mabuk-mabukan
  3. Suka berzina dan melacur
  4. Suka berjudi, hasil judi itu dibelikan hewan yang akan dipotong dan dagingnya mereka makan bersama sambil bersenang-senang sampai mabuk-mabukan.
  5. Cara makan dan minum masih kotor, seperti makan bangkai, kalau hewannya masih hidup cukup dipukul lalu dagingnya dimakan.
  6. Melakukan pencurian dan perampokan.
  7. Bila melahirkan anak laki-laki di antara suku Arab ada yang membunuhnya, karena takut akan terjadi kemiskinan dan kelaparan.
  8. Bila melahirkan bayi perempuan, di antara suku Arab ada yang menguburnya hidup-hidup, karena mereka takut akan cela dan hina.
  9. Tidak mempunyai kesopanan, sudah menjadi kebiasaan dalam mengerjakan thawaf, mengelilingi Ka'bah pada musim haji laki-laki atau perempuan tidak berpakaian (telanjang bulat). Bila mandi di depan orang banyak tidak menutup auratnya.
  10. Pertengkaran dan perkelahian.
(Sumber: Buku Mata Pelajaran: Sejarah Kebudayaan Islam -Madrasah Diniyah Ula Untuk Kelas 1-, Zainuddin, Spdi, dkk, Hal.12-15)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar