Minggu, 20 November 2011

Tekanan Kafir Quraisy

Para Sahabat Yang Mula-Mula Masuk Islam

Seruan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Allah kepada penduduk Makkah mendapat sambutan baik dari kalangan sahabat dan keluarga.

Adapun mereka yang mula-mula masuk Islam antara lain:
1.    Khadijah binti Khuwalid, istri Nabi Muhammad dari golongan kaum wanita.
2.    Abu Bakar bin Abu Quhafah, kawan dekat Nabi Muhammad dari golongan laki-laki.
3.    Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi Muhammad yang diasuhnya sejak kecil dari golongan anak-anak.
4.    Zaid bin Harits, hamba sahaya Nabi Muhammad yang dimerdekakan dari kalangan hamba sahaya.

Abu Bakar setelah menerima ajaran dari Nabi Muhammad mengajak kawan-kawan seperdagangannya untuk masuk Islam. Mereka menyambut dengan baik. Di antara mereka yang kemudian masuk Islam adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah dan Abdurrahman bin Auf.

Untuk pembinaan keimanan mereka. Nabi Muhammad mengambil tempat di rumah salah seorang sahabat yang bernama Al-Arqam bin Al-Arqam dan tempat tersebut kemudian diberi nama Darul Arqam.

Dakwah sir (sembunyi-sembunyi) berlangsung selama tiga tahun. Ketika itu Nabi Muhammad mendapat pengikut sebanyak 30 orang. Mereka mendapat sebutan Assabiqunal Awwalun, artinya orang yang pertama kali masuk Islam.

Nabi Muhammad menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan dan hikmah, sehingga semua pengikutnya semakin taat menekuni ajaran Islam.

Orang-orang kafir yang tidak suka dengan ajaran Islam semakin membenci ajaran yang dibawa Nabi. mereka merintangi disebarkannya agama Islam tersebut. Adapun tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy antara lain dengan menyiksa para hamba sahaya dan orang-orang fakir miskin yang masuk Islam. Di antara orang-orang yang pernah disiksa adalah: Bilal bin Rabbah, Yasir, Amar bin Yasir, Sumaiyah (Istri Yasir), Khatab bin Aris Ummu Ubais, Zinnirah, Abu Fukaiyah, Al Nadyah, Amir bin Furaihah dan Amanah bin Bilal.

Mereka menerima siksaan diluar perikemanusiaan dengan berbagai macam cara, misalnya dengan pukulan, cambukan, tidak diberi makan dan minum, dan lain-lain. Bilal bin Rabbah dijemur diterik matahari dan di atasnya diberi batu besar. Sumaiyah (istri Yasir) ditusuk dengan lembing sampai terpanggang dan akhirnya meninggal.

Pemboikotan Kaum Muslimin

Dalam menjalankan dakwah Islamiyah. Nabi Muhammad dan para kaum muslimin lainnya mendapat rintangan dan halangan yang tidak sedikit dari kaum kafir Quraisy. Namun semua dihadapi dengan  sabar dan tenang.

Abu Jahal sangat memusuhi Nabi Muhammad tatkala Nabi Muhammad sedang bersujud ketika Shalat, datang Abu Jahal dengan membawa batu yang besar untuk dijatuhkan kepada Nabi. Tatkala ia mengangkat batu besar tersebut, tubuhnya gemetar dan takut. Di hadapannya ada seekor unta yang besar siap untuk memakannya. Batu yang dipegangnya kemudian terjatuh dan menimpa dirinya sendiri.

Di hari yang lain Utbah bin Muit datang dengan membawa kotoran yang sangat busuk dan bau. Kemudian kotoran tersebut dilemparkan kepada Nabi Muhammad yang sedang shalat. Para sahabat tidak berani membersihkannya. Kemudian datanglah Abu Bakar menolong dengan memukulnya, sehingga Utbah terjatuh.

Segala ancaman dan siksaan Kaum Kafir Quraisy tidak menggoyahkan dakwah Nabi dan para pengikutnya. Kemudian sampailah pada puncak kemarahan kaum kafir Quraisy, yaitu dengan jalan mengucilkan dan memboikot umat Islam. Keluarga Bani Hasyim dan keluarganya Bani Muthalib pun tak luput dari pemboikotan, karena mereka mendukung umat Islam.

Pengucilan dan pemboikotan tersebut ditujukan kepada masyarakat Makkah, berisi antara lain:
1.    Tidak boleh melakukan jual beli kepada Bani Hasyim, Bani Muthalib dan umat Islam.
2.    Dilarang mengadakan perdamaian dengan keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib dan umat Islam, kecuali Muhammad diserahkan kepada mereka atau Nabi Muhammad menyerahkan diri.
3.    Tidak boleh mengadakan pernikahan dengan keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib serta umat Islam.
4.    Dilarang berbicara, mengunjungi orang sakit dari keluarga Bani Hasyim, Bani Muthalib dan umat Islam.
5.    Tempat tinggal umat Islam dikucilkan di bagian utara kota Makkah dan dijaga oleh kaum Kafir Quraisy, sehingga mereka tidak dapat berhubungan dengan masyarakat Makkah.

Pengumuman pemboikotan tersebut ditempel pada dinding Ka’bah agar dapat dibaca dan dipatuhi oleh masyarakat Makkah. Pengumuman tersebut akan dicabut bila Nabi Muhammad diserahkan atau menyerahkan diri untuk dibunuh.

Pemboikotan tersebut membuat umat Islam sangat menderita. Timbullah kelaparan dan kemisikinan. Mereka memakan dedaunan yang sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia dan Nabi Muhammad mengganjal perutnya dengan batu dalam menahan lapar.

Setelah tiga tahun lamanya, pengumuman pemboikotan tersebut lapuk dimakan rayap dan akhirnya jatuh. Beberapa tokoh Quraisy merasa kasihan dan akhirnya pemboikotan tersebut dihapus.

(Sumber: Mata Pelajaran SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM –Madrasah Diniyah Ula- Untuk Kelas 1, Zainuddin, Spdi, dkk, Hal. 70-73).
 Sahabat Yang Mula-M ula Masuk Islam

Seruan Nabi Muhammad dalam menegakkan agama Allah kepada penduduk Makkah mendapat sambutan baik dari kalangan sahabat dan keluarga.

Adapun mereka yang mula-mula masuk Islam antara lain:
1.    Khadijah binti Khuwalid, istri Nabi Muhammad dari golongan kaum wanita.
2.    Abu Bakar bin Abu Quhafah, kawan dekat Nabi Muhammad dari golongan laki-laki.
3.    Ali bin Abi Thalib, kemenakan Nabi Muhammad yang diasuhnya sejak kecil dari golongan anak-anak.
4.    Zaid bin Harits, hamba sahaya Nabi Muhammad yang dimerdekakan dari kalangan hamba sahaya.

Abu Bakar setelah menerima ajaran dari Nabi Muhammad mengajak kawan-kawan seperdagangannya untuk masuk Islam. Mereka menyambut dengan baik. Di antara mereka yang kemudian masuk Islam adalah Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah dan Abdurrahman bin Auf.

Untuk pembinaan keimanan mereka. Nabi Muhammad mengambil tempat di rumah salah seorang sahabat yang bernama Al-Arqam bin Al-Arqam dan tempat tersebut kemudian diberi nama Darul Arqam.

Dakwah sir (sembunyi-sembunyi) berlangsung selama tiga tahun. Ketika itu Nabi Muhammad mendapat pengikut sebanyak 30 orang. Mereka mendapat sebutan Assabiqunal Awwalun, artinya orang yang pertama kali masuk Islam.

Nabi Muhammad menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan dan hikmah, sehingga semua pengikutnya semakin taat menekuni ajaran Islam.

Orang-orang kafir yang tidak suka dengan ajaran Islam semakin membenci ajaran yang dibawa Nabi. mereka merintangi disebarkannya agama Islam tersebut. Adapun tindakan-tindakan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy antara lain dengan menyiksa para hamba sahaya dan orang-orang fakir miskin yang masuk Islam. Di antara orang-orang yang pernah disiksa adalah: Bilal bin Rabbah, Yasir, Amar bin Yasir, Sumaiyah (Istri Yasir), Khatab bin Aris Ummu Ubais, Zinnirah, Abu Fukaiyah, Al Nadyah, Amir bin Furaihah dan Amanah bin Bilal.

Mereka menerima siksaan diluar perikemanusiaan dengan berbagai macam cara, misalnya dengan pukulan, cambukan, tidak diberi makan dan minum, dan lain-lain. Bilal bin Rabbah dijemur diterik matahari dan di atasnya diberi batu besar. Sumaiyah (istri Yasir) ditusuk dengan lembing sampai terpanggang dan akhirnya meninggal.

Pemboikotan Kaum Muslimin

Dalam menjalankan dakwah Islamiyah. Nabi Muhammad dan para kaum muslimin lainnya mendapat rintangan dan halangan yang tidak sedikit dari kaum kafir Quraisy. Namun semua dihadapi dengan  sabar dan tenang.

Abu Jahal sangat memusuhi Nabi Muhammad tatkala Nabi Muhammad sedang bersujud ketika Shalat, datang Abu Jahal dengan membawa batu yang besar untuk dijatuhkan kepada Nabi. Tatkala ia mengangkat batu besar tersebut, tubuhnya gemetar dan takut. Di hadapannya ada seekor unta yang besar siap untuk memakannya. Batu yang dipegangnya kemudian terjatuh dan menimpa dirinya sendiri.

Di hari yang lain Utbah bin Muit datang dengan membawa kotoran yang sangat busuk dan bau. Kemudian kotoran tersebut dilemparkan kepada Nabi Muhammad yang sedang shalat. Para sahabat tidak berani membersihkannya. Kemudian datanglah Abu Bakar menolong dengan memukulnya, sehingga Utbah terjatuh.

Segala ancaman dan siksaan Kaum Kafir Quraisy tidak menggoyahkan dakwah Nabi dan para pengikutnya. Kemudian sampailah pada puncak kemarahan kaum kafir Quraisy, yaitu dengan jalan mengucilkan dan memboikot umat Islam. Keluarga Bani Hasyim dan keluarganya Bani Muthalib pun tak luput dari pemboikotan, karena mereka mendukung umat Islam.

Pengucilan dan pemboikotan tersebut ditujukan kepada masyarakat Makkah, berisi antara lain:
1.    Tidak boleh melakukan jual beli kepada Bani Hasyim, Bani Muthalib dan umat Islam.
2.    Dilarang mengadakan perdamaian dengan keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib dan umat Islam, kecuali Muhammad diserahkan kepada mereka atau Nabi Muhammad menyerahkan diri.
3.    Tidak boleh mengadakan pernikahan dengan keluarga Bani Hasyim dan Bani Muthalib serta umat Islam.
4.    Dilarang berbicara, mengunjungi orang sakit dari keluarga Bani Hasyim, Bani Muthalib dan umat Islam.
5.    Tempat tinggal umat Islam dikucilkan di bagian utara kota Makkah dan dijaga oleh kaum Kafir Quraisy, sehingga mereka tidak dapat berhubungan dengan masyarakat Makkah.

Pengumuman pemboikotan tersebut ditempel pada dinding Ka’bah agar dapat dibaca dan dipatuhi oleh masyarakat Makkah. Pengumuman tersebut akan dicabut bila Nabi Muhammad diserahkan atau menyerahkan diri untuk dibunuh.

Pemboikotan tersebut membuat umat Islam sangat menderita. Timbullah kelaparan dan kemisikinan. Mereka memakan dedaunan yang sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia dan Nabi Muhammad mengganjal perutnya dengan batu dalam menahan lapar.

Setelah tiga tahun lamanya, pengumuman pemboikotan tersebut lapuk dimakan rayap dan akhirnya jatuh. Beberapa tokoh Quraisy merasa kasihan dan akhirnya pemboikotan tersebut dihapus.

(Sumber: Mata Pelajaran SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM –Madrasah Diniyah Ula- Untuk Kelas 1, Zainuddin, Spdi, dkk, Hal. 70-73).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar