Rabu, 23 November 2011

Pembelaan Orang-Orang Teraniaya

SIKAP KAUM KAFIR QURAISY TERHADAP BUDAK-BUDAK MEREKA MASUK ISLAM


Dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw yang dilakukan di Makkah, baik secara sembunyi maupun yang dilakukan secara terang-terangan lamanya sekitar 13 tahun.

Hasil dakwah secara sembunyi-sembunyi diawali dengan masuknya Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, dan Zaid bin Harits.

Kemudian disusul dengan orang lain sehingga berjumlah 29 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Di antara yang terkenal adalah Usman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abi Waqas.

Dari kalangan wanita yang terkenal adalah Asma bin Abu Bakar, dan Fatimah bin Khattab.

Dan tahap kedua, yaitu berdakwah secara terang-terangan yang memeluk agama Islam lebih banyak lagi, yaitu sebanyak 128 orang. Di antara yang terkenal adalah Ja’far bin Abi Thalib.

Perkembangan Islam yang demikian pesat semakin membuat kaum kafir Quraisy membenci dan berusaha menghalangi.

Beberapa cara dilakukan kaum kafir Quraisy, antara lain yaitu dengan jalan menyiksa hamba sahayanya dan orang-orang miskin yang memeluk agama Islam. Semua dilakukan dalam rangka menakut-nakuti para budak dan orang miskin lainnya apabila memeluk agama Islam, serta dalam rangka mencegah berkembangnya Islam lebih banyak lagi.

Di antara para budak yang disiksa oleh tuannya adalah Bilal bin Rabbah, yaitu budak dari Umayah bin Khalaf. Karena bilal masuk Islam, majikannya marah dan Bilal diikat dengan tali, kemudian ia diseret ke jalan yang besar, badannya dibentangkan dan digencet dengan batu yang besar sambil diancam dibunuh. Bila disuruh meninggalkan agama Islam yang didapatnya dari Muhammad untuk kembali menyembah berhala seperti dulu.

Kaum kafir Quraisy berkata: “hai Bilal ! Katakanlah Tuhanmu Lata, Uzza dan Mannata !”. Kemudian Bilal menjawab: “Ahad, Ahad, Ahad”. Secara kebetulan lewat Abu Bakar dan melihat Bilal bin Rabbah sedang disiksa oleh kaum kafir Quraisy. Abu Bakar mendekatinya dan langsung Bilal dibeli dan dibebaskan dari majikannya. Bilal terbebas dari perbudakan dan penyiksaan. Bilal memiliki suara yang bagus, maka ia diberi tugas sebagai Muazin.

Selain Bilal bin Rabbah yang mendapat siksaan juga Sumaiyah Ibnu Ammar bin Yasir dan seluruh keluarganya. Mereka disiksa oleh Abu Jahal : Sumaiyah ditusuk tubuhnya hingga ia meninggal seketika. Sedangkan keluarga yang lain dipanggang di atas api yang menyala-nyala.


KETELADANAN PARA SAHABAT NABI DALAM PEMBEBASAN BUDAK-BUDAK YANG TERANIAYA


Para pengikut dan sahabat Nabi Muhammad terdiri dari berbagai golongan masyarakat. Ada yang berasal dari bangsa Quraisy, seperti Abu Bakar dan Hamzah bin Abdul Muthalib, dll.

Para sahabat senantiasa membantu perjuangan Nabi dalam menyebarkan agama Islam. Pengorbanan-pengorbanan tersebut ada yang berupa tenaga, pikiran dan bahkan tak segan-segan mengorbankan jiwa dan raganya untuk membela perjuangan Nabi Muhammad.

Salah satu perjuangan para sahabat dalam membantu menyebarkan dan mempertahankan agama Islam yaitu pembebasan para budak dan orang-orang yang teraniaya dari kaum Quraisy, misalnya, budak Bilal bin Rabbah dibebaskan oleh sahabat Nabi, yaitu Abu Bakar.

Begitu pula dengan sahabat Nabi yang lain, yaitu Umar bin Khattab. Pada waktu Umar sedang mengontrol  masyarakatnya, ia melihat seorang pemuda sedang mengembalakan dombanya. Dihampiri pemuda itu, dan Umar bertanya : “Wahai pemuda, domba-domba siapakah ini yang engkau gembalakan”. “Saya seorang budak tuan, dan domba-domba ini milik majikan hamba”, jawab sang pemuda. “bolehkah domba-domba itu aku beli”, kata Umar bin Khattab. “Tuan saya memang tidak akan tahu seandainya salah satu di antara domba ini saya jual. tetapi Allah SWT Maha Mengetahui apa yang saya perbuat”, jawab pemuda itu. Terharu Khalifah Umar bin Khattab mendengar jawaban pemuda itu, dan akhirnya pemuda itu dibebaskan.


(Sumber: Mata Pelajaran SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM –Madrasah Diniyah Ula- Untuk Kelas 2, Penerbit: Friska Agung Insani, Jakarta, Hal. 21-24).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar