Senin, 24 Oktober 2011

KELAHIRAN NABI MUHAMMAD



KEADAAN KOTA MEKAH

Nabi Muhammad dilahirkan pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal, tahun gajah dan bertepatan dengan tanggal 20 April tahun 571 Masehi. Nabi Muhammad dilahirkan di kampung Bani Hasyim di Kota Makkah dan yang menjadi bidannya adalah Siti Syifa, yaitu sahabat Abdurrahman bin Auf.

Ibunya bernama Aminah binti Wahab dan ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib. Ayahnya meninggal tujuh bulan sebelum Nabi Muhammad lahir.Abdul Muthalib, kakeknya memberi nama Muhammad, nama yang belum pernah ada sebelumnya di tanah Arab, Muhammad yang artinya terpuji.

Tahun kelahiran Nabi Muhammad disebut tahun Gajah, karena pada saat itu kota Makkah diserang oleh pasukan berkenderaan gajah, dibawah pimpinan Abrahah. Dia seorang Gubernur dari kerajaan Nasrani Abesenia (Habsyi) di Yaman. Mereka bermaksud menghancurkan Ka'bah. Namun di tengah jalan pasukan mereka diserang oleh gerombolan burung Ababil yang diutus Allah SWT. Masing-masing burungnya membawa tiga batu, dua pada kakinya dan satu pada paruhnya. Dengan demikian hancurlah pasukan Abrahah dan Ka'bah selamat dari kehancuran.

Nabi Muhammad Saw adalah keturunan suku Quraisy yang sangat berpengaruh di Kota Makkah, bahkan di seluruh Jazirah Arab. Silsilah dari keturunan ayah dan ibu bertemu pada Kilab bin Murrah.

Kedua keluarga kakek dan nenek Nabi Muhammad termasuk golongan orang yang dihormati di kalanagan kabilah-kabilah Arab.

Kakeknya Abdul Muthalib setelah mendengar kelahiran cucunya, beliau sangat gembira, lalu beliau membawa cucunya yang baru lahir itu thawaf keliling Ka'bah, lalu diberi nama Muhammad, artinya orang yang terpuji. Nama tersebut jarang ditemui pada bangsa Arab waktu itu, dan itu merupakan takdir Allah sebagaimana tercantum dalam kitab Taurat dan Injil.

Nabi Muhammad Saw adalah keturunan suku Quraisy yang sangat berpengaruh, bukan saja di kota Makkah bahkan di seluruh Jazirah Arab.

Nabi Muhammad disusui ibunya sendiri selama tiga hari lalu disusukan kepada Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab yang sudah dimerdekakan.

Kemudian Nabi Muhammad diserahkan ibunya kepada seorang perempuan yang baik akhlaknya, bernama Halimatuz binti Abi Dzuaib untuk disusui. Halimah adalah istri Harist bin Abdul Uzza (Abu Kabsyah). Ia berasal dari Bani Sa'ad kabilah Hawazin terletak antara Makkah dan Tahif, 60 km sebelah timur kota Makkah.



KILAB














Qushai


Zuhrah






Abdi Manaf


Abdil Manaf






Hasyim


Wahab






Abdul Muthalib










Abdullah


Aminah














Muhammad Saw



TANGGAPAN MASYARAKAT MAKKAH
Kelahiran Muhammad di tengah-tengah masyarakat Makkah mendapat perhatian yang luar biasa dari berbagai kalangan. Hal ini disebabkan antara lain karena Muhammad berasal dari keluarga yang cukup disegani dan cukup berpengaruh bukan saja di kota Makkah tapi juga di seluruh Jazirah Arab.

Tahun kelahiran Muhammad disebut juga tahun Gajah. Pada tahun tersebut ditandai dengan datangnya tentara bergajah di bawah pimpinan Raja Abrahah dengan 60.000 bala tentaranya adalah untuk menghancurkan Ka'bah Baitullah.

Raja Abrahah berasal dari negeri Yaman. Dia mempunyai pasukan bergajah yang ditugaskan untuk menghancurkan Ka'bah.

Pada waktu itu Ka'bah dijaga oleh kakek Nabi Muhammad yang bernama Abdul Muthalib. Namun demikian, walaupun Ka'bah telah dijaga oleh Abdul Muthalib dan penduduk Makkah lainnya, pasukan Abarahah tidak dapat dicegah.

Untuk menjaga keselamatan, Abdul Muthalib dan penduduk Makkah lainnya menyingkir sebelum Raja Abrahah datang ke Makkah.

Dalam keadaan pasrah Abdul Muthalib berdoa kepada Allah agar Ka'bah diselamatkan dari tangan-tangan orang-orang yang ingin menghancurkannya.

Allah SWT mengabulkan doa Abdul Muthalib yaitu dengan mendatangkan pasukan burung Ababil yang melemparkan batu-batu kerikil yang tajam dan beracum. Batu-batu kerikil tersebut mengenai pasukan Abrahah sehingga mereka mati. Sebagaimana tercantum dalam surat Al-fiil ayat 1-5 sebagai berikut:

Artinya:
  1. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah.
  2. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia ?
  3. Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,
  4. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
  5. Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
Dengan demikian musnahlah pasukan bergajah pimpinan Raja Abrahah dan akhirnya Ka'bah selamat dari kehancurannya.

(Sumber: Buku Mata Pelajaran SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM -Madrasah Diniyah Ula- Untuk Kelas 1, Zainuddin, Spdi, dkk, Hal.26-29).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar