Jumat, 25 November 2011

Hijrah Kaum Muslimin ke Negeri Abbesinia (Ethiopia)

HIJRAH KE ABBESINIA YANG PERTAMA

Agama Islam yang dibawa Nabi sedikit demi sedikit mulai diterima oleh masyarakat Makkah, pribadi Nabi yang lemah lembut serta penuh kasih sayang terhadap semua orang, menjadikan agama Islam mudah diterima.

Bagi kaum Quiraisy, ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad Saw merupakan ancaman terhadap kepercayaannya. Kaum Quraisy mempunyai kepercayaan menyembah berhala (patung Tuhan yang terbuat dari batu). Oleh karena itu, melihat pengikut Nabi makin bertambah, kaum Quraisy meningkatkan ancaman dan penganiayaannya terhadap kaum muslimin.

Begitu berat penderitaan kaum muslimin menghadapi tindakan dan perbuatan kaum kafir Quraisy. Sebagai pemimpin yang selalu melindungi masyarakatnya, Nabi bangkit untuk mencarikan tempat perlindungan yang aman bagi kaum muslimin. Dipilihnya negeri Abbesinia (Ethuopia) sebagai tempat tinggal sementara bagi kaum muslimin. Negeri Abbesinia memiliki seorang raja yang adil dan sangat mencintai rakyatnya, yaitu Raja Najasyi (Negus) yang beragama Nasrani.

Pada bulan ketujuh tahun kelima dari kerasulan Nabi, di bawah pimpinan Usman bin Mas’un, berangkatlah 10 orang laki-laki dan 5 orang wanita menuju abbesinia. Kedatangan kaum muslimin itu disambut dengan baik oleh Raja Najasyi.

Mengetahui kaum muslimin hijrah ke negeri Abbesinia, kafir Quraisy mengirimkan surat kepada Raja Najasyi agar kaum Muslimin diusir dari Abbesinia. Raja Najasyi menolak dan meminta kepada utusan kafir Quraisy agar kembali ke Makkah, sedangkan kepada kaum muslimin Raja Najasyi memperkenankan untuk menetap di negeri Abbesinia


KISAH HAMZAH, USMAN BIN AFFAN, DAN UMAR BIN KHATTAB MASUK ISLAM

Sementara kaum muslimin tinggal di Abbesinia, Nabi Muhammad tetap berada di Makkah mengajak kaumnya untuk menyembah Allah dan menerima ajaran yang dibawanya, meskipun tantangan yang dihadapi tidak ringan. Kegiatan dakwah terus dilakukannya sampai kaumnya mau menerima ajakannya untuk menerima Islam sebagai Agama mereka.

Usaha Nabi Muhammad ini ternyata tidak sia-sia, ini terbukti dengan masuk Islamnya beberapa tokoh Quraisy, seperti Hamzah bin Abdul Muthalib, Usman bin Affan dan Umar bin Khattab.

Berikut ini kisah ketiga sahabat Nabi yang memeluk agama Islam:

1.    Hamzah bin Abdul Muthalib
Hamzah bin Abdul Muthalib adalah seorang paman Nabi Muhammad yang simpati terhadap Nabi, ia memeluk agama Islam karena membela keponakannya.

Pada suatu hari ketika Hamzah baru berpulang dari berburu, ia mendengar Nabi dianiaya oleh Abu Jahal. Hamzah jadi marah setelah mendengar keponakannya dianiaya oleh Abu Jahal. Kemudian Hamzah langsung mencari Abu Jahal untuk membalas perbuatannya.

Setelah Hamzah menemukan Abu Jahal, dengan tiba-tiba Hamzah menancapkan anak panahnya ke kening Abu Jahal, hingga darahnya menetes. Sejak saat itu Hamzah pun masuk Islam dan dia dikenal sebagai seorang yang pemberani dan gagah perkasa.

2.    Usman bin Affan
Usman bin Affan seorang pedagang yang kaya raya, teman dekat Abu Bakar. Tatkala Abu Bakar mengikuti ajaran Nabi Muhammad Saw, beliau menerangkan ajaran tersebut kepada Usman bin Affan.
Tertarik hati beliau akan ajaran tersebut, hingga beliau menghadap Nabi untuk menyatakan ke Islamannya. Kejadian tersebut terjadi atas masa Nabi Muhammad berdakwah secara sembunyi-sembunyi, beliau termasuk “Assabiqun al-Awwalun”, artinya orang yang pertama masuk Islam.
3.    Umar bin Khattab
Umar bin Khattab, seorang tokoh Quraisy yang sangat ditakuti dan sangat memusuhi Islam. Nabi Muhammad selalu berdo’a agar Allah SWT menganugerahkan bagi umat Islam salah seorang dari dua Umar, yaitu Umar bin Khattab dan Amr bin Rabiah. Do’a Nabi terkabul, Allah memberi Taufik dan hidayahnya kepada Umar bin Khattab.
Suatu hari Umar bin Khattab berjalan tergesa-gesa dengan menghunus pedangnya. Na’im bin Abdullah bertanya: “Hendak kemana wahai Umar?” Umar menjawab: “Hendak membunuh Muhammad yang telah memecah belah Quraisy dan memalukan agamanya”. Na’im mengalihkan pembicaraan dan berkata: “Bagaimana kamu akan membunuh Muhammad sedangkan adikmu Fatimah dan suaminya telah mengikuti ajaran Muhammad”. Segera Umar menuju rumah adiknya.
Sesampai di rumah adiknya, Umar mendengar alunan suara Al-Qur’an surat Thaha yang sedang dibacakan Khabib bin Al-Arrat di hadapan Fatimah dan suaminya. Diketuknya pintu keras-keras, Khabib segera bersembunyi, Fatimah menyembunyikan Al-Qur’annya dan segera membukakan pintu. Dengan geram Umar meminta lembaran Al-Qur’an yang disembunyikan Fatimah, namun ditolak oleh Fatimah. Mereka saling memperebutkan Al-Qur’an, sehingga tertorehlah wajah Fatimah dengan pedang Umar, dan keluarlah darah dari luka tersebut. Melihat Fatimah luka timbul rasa iba dan kasihan terhadap adiknya, dan meminta lembaran Al-Qur’an yang dipegang Fatimah. Setelah membaca lembaran Al-Qur’an tersebut yang berisi surat Thaha, lunak hati Umar dan mendapat Hidayah Allah, sehingga beliau menyatakan diri untuk memeluk agama Islam, karena kagum keindahan Al-Qur’an.
Berangkatlah Umar beserta adiknya menuju ke tempat Nabi Muhammad mengajarkan agamanya. Dari derap langkah dan ketukan, Nabi dan para sahabat sudah dapat menentukan bahwa yang datang adalah Umar bin Khattab, para sahabat takut dan khawatir akan keselamatan Nabi Muhammad. Namun Nabi mengharapkan para sahabat tidak takut dan resah, lalu menyuruhnya untuk membukakan pintu, masuklah Umar menghadap Nabi Muhammad, suasana menjadi hening. Umar menyatakan keIslamannya, Nabi mengajarkan Syahadat, dan terjadilah kegembiraan di hati para sahabat, mereka bersyukur kepada Allah.


HIJRAH KE ABBESINIA YANG KEDUA

Selama dua bulan kaum Muslimin tinggal di Abbesinia. Ada rasa rindu untuk berkumpul bersama sanak saudara, maka kembalilah kaum muslimin ke Makkah.

Orang-orang Quraisy tidak senang melihat kedatangan kaum muslimin. Apalagi selama dua bulan kaum  muslimin tinggal di negeri Abbesinia, ajaran Nabi tambah berkembang di Makkah.

Tekanan dan penyiksaan kembali di perlihatkan Kafir Quraisy kepada kaum muslimin. Penduduk Makkah yang ketahuan telah memeluk Islam diancam dan disiksa. Keteguhan dan keikhlasan kaum  muslimin untuk mempertahankan dan membela agama Allah tidak pernah pudar.

Sering kali Nabi menganjurkan kepada para sahabat untuk hijrah ke Abbesinia. Berangkatlah rombongan kaum muslimin yang berjumlah 101 orang termasuk 18 wanita ke negeri Abbesinia. Para sahabat yang ikut hijrah di antaranya. Usman bin Affan beserta istri beliau, Rukayah puteri Nabi, Zubber Ibnu Awwan, Abdurrahman bin Auf, Jafar Ibnu Abi Thalib dan lain-lain.

Setelah sampai ke negeri Abbesinia, Jafar Ibnu Abi Thalib menerangkan maksud kedatangan mereka, kekejaman orang-orang kafir Quraisy dan ajaran Nabi Muhammad Saw yang mereka percayai. Raja Najasyi memahami keadaan mereka dan sangat simpati terhadap ajaran Islam. Berkat pergaulan yang baik bersama kaum muslimin, raja Najasyi pun masuk Islam.

Hijrah kaum muslimin ke negeri Abbesinia, menggoncangkan kaum Quraisy. mereka berkeyakinan bahwa dengan hijrah itu kaum muslimin akan bertebaran ke segenap penjuru dunia.

Kaum Quraisy kemudian membujuk Nabi agar menghentikan dakwahnya. Nabi dijanjikan harta benda yang banyak, tetapi Nabi menolaknya. dibujuk lagi Nabi dengan diberikannya kekuasaan, yaitu menjadi raja, akan tetapi ajakannya itu disambut oleh Nabi dengan tolakan yang tegas.


(Sumber: Mata Pelajaran SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM –Madrasah Diniyah Ula- Untuk Kelas 2, Penerbit: Friska Agung Insani, Jakarta, Hal. 28-33).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar